Senin, 03 Oktober 2016

Mengenal Lotus Birth sebagai Bagian Proses Kelahiran Alami



Oleh: Monita Lia Anggraeni

Dewasa ini tengah digencarkan gerakan back to nature yang akhirnya juga terjadi dalam trend proses persalinan. Salah satu proses persalinan yang sedang populer adalah Lotus Birth, yakni proses persalinan alami tanpa memotong tali pusat bayi dimana tali pusat akan dibiarkan terlepas secara alamiah. Tali pusat merupakan penghubung antara bayi dengan plasenta ibu dan berfungsi untuk menyalurkan nutrisi penting serta oksigen dari ibu ke janin. Setelah persalinan, rata-rata plasenta dan tali pusat akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 3-10 hari (Buckley, 2002).

Lotus birth sebagai bagian dari metode gentle birth, merupakan gerakan back to nature yang hendak mengembalikan kearifan lama dalam hidup manusia. Filosofi praktik Lotus Birth di era modern terkait fenomena gaya hidup saat ini, ketika manusia menemukan berbagai teknologi dan ingin hidupnya lebih cepat, praktis, dan nyaman. Namun, teknologi juga membawa dampak pada terganggunya harmoni kehidupan, termasuk pada bayi baru lahir. Ketika kita menghilangkan unsur-unsur kerumitan, maka secara tidak sadar kita telah kehilangan manfaat tersembunyi di balik suatu peristiwa alamiah. Ketika kita membiarkan tali pusat bayi digunting saat bayi telah dilahirkan, hal tersebut mengakibatkan bayi kehilangan manfaat plasenta pada awal kehidupannya di dunia.  Selain berpedoman pada gerakan back to nature, praktik Lotus Birth sendiri diaplikasikan karena adanya nilai budaya tertentu, seperti budaya Bali dan sebagian masyarakat Australia (Weckert & Hancock, 2008).

Pada Lotus Birth, kelebihan cairan yang dikeluarkan plasenta disimpan dalam mangkuk atau waskom terbuka atau dibungkus kain, lalu didekatkan dengan bayi. Kain yang digunakan untuk menutupi plasenta atau wadah yang digunakan harus memungkinkan terjadinya pertukaran udara, sehingga plasenta mendapatkan udara dan mulai mengering serta tidak berbau busuk. Garam laut sering digunakan untuk mempercepat proses pengeringan plasenta. Kadang-kadang minyak esensial, seperti lavender, atau bubuk tumbuh-tumbuhan seperti goldenseal, neem, bersama dengan lavender juga digunakan untuk  tambahan antibacterial. Apabila tindakan pengeringan plasenta tidak diterapkan dengan baik, plasenta akan memiliki bau yang berbeda, bau tersebut dapat diatasi  dengan penanaman plasenta secara langsung atau didinginkan setelah minggu pertama pasca persalinan.

Pakar Lotus Birth, Dr. Sarah Buckley, mengemukakan bahwa proses pemotongan bagian tubuh akan menimbulkan perlukaan. Sebagai reaksi terhadap adanya luka, tubuh melakukan proses peradangan guna menyembuhkan luka. Darah dipompa lebih banyak ke daerah luka, sehingga daerah  tersebut berdenyut dan  menimbulkan rasa tidak nyaman. Itu pula yang terjadi saat tali pusat bayi dipotong. Bagian perut bayi mengalami perlukaan, menimbulkan rasa tidak nyaman ketika  luka berdenyut. Ketika plasenta dilahirkan -sesaat setelah bayi lahir- organ itu sebenarnya masih menyalurkan darah yang kaya nutrisi dan zat-zat mineral (ureum, natrium, iron dan sebagainya), serta oksigen kepada bayi. Lebih lanjut, Dr Sarah Buckley mengatakan bayi akan menerima tambahan 50-100 ml darah yang dikenal sebagai transfusi plasenta jika plasenta tidak dipotong. Darah transfusi ini mengandung zat besi, sel darah merah, keping darah dan bahan gizi lain, yang akan bermanfaat bagi bayi sampai tahun pertama kehidupannya. Pemotongan tali pusat akan memutus penyaluran darah dan oksigen tersebut, sehingga bayi kehilangan kesempatan untuk mendapat sekitar 30 mililiter darah dari plasenta, yang nutrisinya sebanding dengan 600 mililiter darah orang dewasa.

Pandangan lain mengenai manfaat Lotus Birth dapat ditilik dari penelitian Cochrane Pregnancy and Childbirth Group pada tahun 2011. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan yang berefek pada ibu ketika tali pusat segera dipotong saat bayi lahir dan tali pusat yang tidak segera dipotong setelah bayi lahir. Namun, peneliti menemukan adanya manfaat jika tali pusat bayi tidak segera dipotong (dibiarkan sekitar 3 menit) setelah bayi lahir. Manfaat yang ditimbulkan adalah bayi mendapatkan hemoglobin lebih tinggi dan lebih terhindar dari kekurangan zat besi selama enam bulan pertama kelahirannya. Penelitian lain dari Weckert dan Hancock tahun 2008 menjelaskan bahwa menunda pemotongan atau clamping tali pusat bayi selama 3 menit setelah plasenta berhenti berdenyut dapat menghindarkan bayi kekurangan hemoglobin dan zat besi. The Royal College of Obstetricians and Gynecologists tahun 2008 menyatakan bahwa tali pusat bermanfaat jika dipotong beberapa menit setelah bayi lahir dan denyut plasenta berhenti, namun tidak bermanfaat jika tidak dipotong sampai beberapa hari seperti praktik Lotus Birth. Tali pusat yang tidak dipotong sampai beberapa hari justru rentan terkena infeksi yang membahayakan bayi apabila keluarga tidak dapat merawat tali pusat dengan baik. Setelah plasenta tak lagi berdenyut, sirkulasi terhenti dan tidak ada peredaran nutrisi lagi untuk bayi (O’Brien dalam CBSNews, 2013).

Setiap ibu memiliki alasan tersendiri tentang keputusan dalam memilih metode Lotus Birth. Beberapa alasan ibu dan keluarga memilih metode Lotus Birth antara lain tidak ingin memisahkan plasenta dari bayi dengan cara memotong tali pusat, supaya proses transisi bayi terjadi secara lembut dan damai, dan memungkinkan penolong persalinan untuk memotong tali pusat pada waktu yang tepat. Ada pula ibu yang memilih Lotus Birth sebagai penghormatan terhadap plasenta atau bagian dari budaya. Jadi, apakah Ibu hendak memilih Lotus Birth sebagai bagian dari persalinan alami Ibu?


Daftar Pustaka
Buckley, Sarah. J, (2008). Gentle Birth, Gentle Mothering. Brisbane : Celestial Arts
Buckley, Sarah J. (2002). Lotus birth: A ritual for our times. Yarra Glen: uqconnect
Castillo, Michelle. (2013). Lotus birth advocates argue against cutting umbilical cord. Diakses dari:  http://www.cbsnews.com/news/lotus-birth-advocates-argue-against-cutting-umbilical-cord/
Jaslow, Ryan. (2013). Not cutting umbilical cord immediately may boost baby's health. Diakses dari:  http://www.cbsnews.com/news/not-cutting-umbilical-cord-immediately-may-boost-babys-health/
Lotus Fertility. (n.d). Common Questions about Neonatal Umbilical Integrity (Lotus Birth) : A Resource Diakses dari: http://www.lotusfertility.com/Lotus_Birth_Q/Lotus_Birth_QA.html
Weckert, Rosemary & Hancock, Heather. (2008). The importance of delayed cord clamping for *Aboriginal babies: A life-enhancing advantage. Journal of The Australian College of Midwives, 21, 4, 165-170. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.wombi.2008.09.004

 

 


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Pentingkah bagi anak?



oleh : Seprinta Eka Wijayanti

Dewasa ini, fenomena Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang marak-maraknya, tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan pun banyak dibuka lembaga pendidikan untuk anak usia dini. Banyaknya pilihan PAUD dengan berbagai macam pilihan program pembelajaran yang sangat menarik membuat ayah dan ibu kebingungan untuk memilih PAUD yang bagus untuk anak. Sebenarnya bagaimana memilih PAUD yang baik bagi anak? Apa pengaruh PAUD bagi perkembangan anak? Dan seberapa pentingkah PAUD bagi anak? Mari kita simak ulasan artikel ini.

Pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai sejak terjadinya konsepsi sampai pada berakhirnya masa remaja. Saat anak baru lahir sampai anak memasuki pendidikan dasar, merupakan masa keemasan (golden age/ golden period). Saat inilah otak anak sedang tumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan otak anak mencapai 80% dari otaknya dimasa dewasa kelak yang hanya mencapai 20% saja (Suyadi, 2010). Pada masa ini otak anak lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan, lebih peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, dan merupakan masa kritis dalam kehidupan anak kelak yang akan menentukan perkembangan selanjutnya. Apabila masa kritis ini anak tidak memperoleh rangsangan yang tepat dalam bentuk latihan atau proses belajar, maka diperkirakan anak akan mengalami kesulitan pada masa-masa perkembangan berikutnya (Prastiti, 2008).

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, dan salah satunya adalah pemberian stimulasi. Stimulasi ini merupakan cikal bakal proses pembelajaran pada anak. Stimulasi yang anak dapatkan sejak dini adalah melalui lingkungan sekitar, yaitu melalui bermain, berdiskusi, dan lain-lain. Lingkungan pertama yang akan membentuk perkembangan anak adalah lingkungan keluarga dan kemudian lingkungan pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk alternatif dalam proses pemberian stimulasi kepada anak. Salah satu fungsi dari PAUD adalah untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya dan mengembangkan sosialisasi anak. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tertulis pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar”. Selanjutnya pada Bab I pasal 1 ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinanaan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Depdiknas, 2004). Terlihat begitu pentingnya peran PAUD dalam tumbuh kembang dan pembentukan pribadi anak kelak. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Seprinta Eka (2013) di TK At Taqwa Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember didapatkan bahwa anak yang sebelumnya mengikuti PAUD memiliki perkembangan sesuai sebesar 93,75% sedangkan anak yang sebelumnya tidak mengikuti PAUD memiliki perkembangan sesuai sebesar 55%.

Satuan PAUD dibedakan menjadi pendidikan formal dan pendidikan non formal. Yang merupakan jalur pendidikan formal adalah Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan  minimal 6 hari dalam seminggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam per hari. Yang merupakan jalur pendidikan nonformal adalah Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA). Sasaran program Kelompok Bermain ini diprioritaskan bagi anak usia 2-4 tahun, sedangkan untuk Taman Penitipan Anak bagi anak sejak usia lahir sampai dengan usia 6 tahun.

Untuk kurikulum PAUD cenderung dititikberatkan pada permainan, karena pada hakikatnya masa kanak-kanak adalah masa bermain. Menurut Catron dan Allen (1999) berpendapat bahwa tujuan pengembangan kurikulum yang utama adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh serta terjadinya komunikasi interaktif. Kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada seorang anak melalui lingkungan sekitarnya yang dapat menggali berbagai potensi tersebut melalui permainan serta hubungan dengan orang tua atau orang dewasa lainnya.

Berikut ini beberapa tips dan faktor yang perlu diperhatikan sehingga dapat mebantu ayah ibu untuk dapat memilih PAUD yang tepat bagi anaknya :
Kualitas Guru
Guru PAUD harus bisa merangsang rasa ingin tahu anak dan mulai menanamkan hal-hal positif.
Jumlah Guru
Jumlah antara guru dan murid harus proporsional. Setidaknya dalam satu kelas terdapat 2 guru yang dapat membantu anak selama proses pembelajaran.
Sarana dan Fasilitas
Bangunan yang mewah bukan merupakan tolak ukur sekolah yang baik, yang terpenting adalah kebersihan, keamanan serta sarana dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Lokasi Sekolah
Pilih lokasi sekolah yang tidak terlalu jauh agar anak tidak terlalu capek
Kurikulum Sekolah
Tiap sekolah menawarkan kurikulum menarik yang berbeda-beda. Pilihlah sekolah dengan tujuan kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan bagi anak
Metode dan Program
Program dan beban belajar yang diberikan harus sesuai dengan karakter dan kemampuan anak. Sebaiknya pilih sekolah yang menekankan pada proses pembelajaran, bukan pada nilai atau hasil akhir.

Sekolah bagus dan mahal bukanlah jaminan untuk anak pasti berhasil dan sukses. Kunci dalam memilih PAUD yang bagus untuk anak adalah memilih sekolah yang sesuai dan bias menjadi fasilitator dalam menstimulasi perkembangan anak, baik fisik, kognitif, emosi, social, dan kemampuan berbahasa.

REFERENSI
Anonim. (2012). Tips Memilih Sekolah KB/ TK yang Bagus Untuk Anak. Diakses dari http://www.bayiku.org/pendidikan-anak/tips-memilih-sekolah-kb-tk
Eka, Seprinta. (2013). Perbedaan Perkembangan Anak TK Yang Sebelumnya Mengikuti PAUD Dan Tidak Mengikuti PAUD Di TK AT-Taqwa Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember, Karya Tulis Ilmiah.Poltekkes Kemenkes Malang.
Pratisti, Wiwien. (2008). Psikologi Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks
Seefeldt, Carol dan Barbara A. Wasik. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini Edisi Kedua. Jakarta: Indeks
Sujiono, Yuliani Nurani. (2012). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks
Suyadi. (2010). Psikologi belajar PAUD. Yogyakarta: Pedagogia


Minggu, 02 Oktober 2016

9 Personal Hygiene (yang Wajib) Bagi Laki- Laki

9 Personal Hygiene (yang Wajib) Bagi Laki- Laki

Oleh: Mutiara Shinta Noviar Unicha

Personal hygiene atau kebersihan diri/pribadi adalah dasar kebersihan bagi siapa saja, baik perempuan  maupun  laki- laki. Tidak terkhususkan pada perempuan saja Meski tidak ada panduan resmi bagaimana melakukan personal hygiene bagi laki- laki dalam buku, hal ini tetaplah penting. Personal hygiene dapat mempengaruhi kesehatan sesorang laki- laki. Bahkan personal hygiene yang benar dapat membangun persona dirinya di depan orang lain. Dari menggunakan deodorant sampai sunat (sirkumsisi). Simak beberapa poin personal hygiene yang penting untuk laki- laki di bawah ini seperti yang dikutip dari artikel Everyday Health oleh Wyatt Myers (2015):

1.                  Menggunakan deodoran
Laki- laki memiliki bau badan yang berbeda dengan perempuan karena aktifitas dan keadaan-kelembaban kulit mereka pun berbeda. Nah, produk deodoran berfungsi untuk meminimalisasi bau badan yang berlebih itu. Ada dua jenis deodoran yang perlu diketahui sebelum memilih karena keduanya punya fungsi yang berbeda, yaitu deodoran dan antiprespirant. Deodoran yang biasanya berbentuk rol atau stick ini berguna menghilangkan bau yang disebabkan oleh keringat, sedangkan antiperspirant yang berbentuk spray benar-benar menghentikan dan mengeringkan keringat diketiak. Penting untuk melihat keadaan kulit kamu, karena antiprespirant kurang cocok untuk keadaan kulit yang kering. Perlu diperhatikan juga, bahwa produk deodoran sebaiknya tidak memiliki wangi yang terlalu kuat karena akan membuat wangi deodoran bercampur dengan keringat sehingga bau badanmu semakin tidak enak.

2.                  Mencuci wajah dua kali sehari
Cuci wajah secara teratur, dua kali sehari. Pagi setelah bangun tidur (sebelum shalat subuh atau saat waktu mandi) dan sebelum tidur atau mandi sore/malam. Mencuci wajah secara teratur berguna untuk menghilangkan kotoran yang menyumbat pori- pori wajah yang bisa membuat wajah kusam dan menimbulkan jerawat. Tapi jangan gunakan sabun mandi, sabun gel, atau body scrub. pH produk ini berbeda dengan pH wajah yang dapat membuat wajah kering bahkan kulit mengelupas. Body scrub memang “meninggalkan” kesan bersih di wajah, tapi nyatanya produk scrub dapat mengikis permukaan kulit sedikit demi sedikit. Jadi, membersihkan wajah baiknya dengan produk sabun wajah yang sesuai dengan kondisi kulit wajah.

3.                  Gunakan floss setelah menyikat gigi
Ini tidak begitu wajib. Hal yang wajib adalah menyikat gigi dua kali sehari. Pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Menggunakan benang floss berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau plak gigi yang tidak hilang/bersih saat menyikat gigi. Benang floss dapat membersihkan sela- sela tersempit dari gigi. Tapi, menggunakna benang floss merupakan alteratif dan dapat digantikan dengan obat kumur.

4.      Mengganti pakaian dalam secara rutin
Penting untuk mengganti pakaian dalam dua kali sehari atau minimal sekali sehari dengan pakaian dalam yang bersih dan kering. Daerah kemaluan adalah daerah lembab. Bakteri penyebab penyakit kelamin seperti Neisseria gonorrhoeae (bakteri penyebab gonore, suatu penyakit menular seksual) (Florida Departement of Health, 2015) bahkan kutu rambut kemaluan akan mudah tumbuh dan beranak-pinak karena kondisi yang cocok di daerah tersebut sehingga menyebabkan berbagai penyakit kelamin (selain PMS). Untuk itu, mengganti pakaian dalam secara rutin sangatlah penting untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

5.      Mencukur rambut di daerah-daerah tubuhmu
Rambut kepala, jenggot, kumis, rambut ketiak, dan rambut kemaluan yang tumbuh sudah terlalu lebat dan subuuuur baiknya segera dicukur. Banyak laki- laki yang memutuskan untuk ingrowing (menghilangkan bahkan tidak menumbuhkan rambut sama sekali) rambut- rambut di beberapa daerah ini. Sebaiknya jangan! Tuhan menciptakan manusia dengan keadaan rambut yang tumbuh di daerah- daerah ini dengan maksud dan fungsi tertentu yang tentunya akan mempengaruhi kesehatan kita. Orang yang memutuskan untuk ingrowing sebenarnya adalah orang yang cukup malas untuk membersihkan diri. Nah, jangan malas untuk mencukur rambut- rambut di daerah- daerah ini secara rutin ya.


6.      Mencuci rambut secara rutin
Kulit kepala laki- laki lebih berminyak. Dengan aktivitas laki- laki yang lebih banyak di luar rumah, minyak di kulit kepala plus debu bercampur sehingga sebum cepat menebal dan menimbulkan ketombe. Untuk menghindari kulit kepala yang berketombe, penting untuk mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin, setidaknya dua hari sekali.

7.      Potong kuku
Diambil dari artikel WikiHow (2015), kuku yang terlalu panjang dapat melukai diri sendiri. Namun, tidak hanya itu. Kuku yang sudah terlalu panjang dapat dimasuki oleh kotoran, membuatnya kotor dan menyimpan banyak kuman penyakit. Sebaiknya kuku dipotong dua minggu sekali jika sudah nampak panjang, atau jika kukumu adalah tipikal yang cepat tumbuh, potong setidaknya seminggu sekali. Tetapi, jangan terlalu dalam atau itu dapat melukai daging bagian dalam kukumu.

8.      Menggunakan wewangian/cologne
Sama halnya seperti memakai deodoran. Wewangian digunakan untuk mengurangi bau yang diakibatkan oleh keringat. Tapi tetap ingat, jangan gunakan wewangian yang terlalu kuat. Selain menusuk hidung, wewangian yang terlalu kuat bercampur dengan keringat akan membuat bau badan menjadi semakin tidak enak (WikiHow, 2015).

9.      Sirkumsisi/Sunat
Sirkumsisi atau familiarnya “sunat” menjadi personal hygiene yang sangat penting.
Menurut artikel yang ditulis oleh BBC Indonesia (2012), pada awalnya, hanya umat muslim saja yang mengenal sunat. Tetapi, banyak penelitian membuktikan manfaat lebih dari sunat itu sendiri dengan membandingkan laki- laki yang semasa kecilnya sunat- dan laki- laki yang tidak sunat. Khususnya manfaat bagi personal hygiene laki- laki. Seseorang yang tidak disunat, akan terbentuk lipatan kulit di ujung penisnya, yang disebut daerah preputium. Lipatan kulit ini menyebabkan terjadinya penumpukan kotoran yang seringkali berwarna putih di preputium atau tepatnya diantara lipatan kulit tersebut. Hal ini menyebabkan laki- laki harus rajin membersihkan bagian lipatan kulit itu setiap kali mandi dengan cara menggulungnya ke belakang. Jika tidak, maka kelamin akan mudah terkena penyakit dan infeksi, bahkan kanker penis. Oleh karena itu, sunat, menghilangkan bagian kulit yang berlebih dibagian preputium, akan sangat membantu kebersihan dan kesehatan dari alat kelamin lelaki.

Itulah beberapa hal tentang “aturan” personal hygiene yang perlu diketahui oleh laki- laki sendiri, ibu yang mempunyai anak laki- laki, dan siapapun. Tidak terlalu rumit dan menyusahkan, tapi jika kita melaksanakannya, tentu akan sangat bermanfaat bagi kebersihan sehingga meningkatkan kualitas kesehatan fisik kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memberi pengetahuan lebih bagi para pembaca.


Referensi
Florida Health: Gonnorhea Fact Sheet. (online). (diakses pada 11 November 2015 pukul 13.24). Tersedia di: http://www.floridahealth.gov/diseases-and-conditions/sexually-transmitted-diseases/std-publications/index1.html
Grooming Rules for Men. (online). (diakses pada 13 Oktober 2015 pukul 15.15). Tersedia di:http://www.everydayhealth.com/mens-health-pictures/essential-grooming-rules-for-guys.aspx
Hukum Sirkumsisi bagi Laki- Laki. (online). (diakses pada 13 Oktober 2015 pukul 17.30). Tersedia di:http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/08/120827_sunat_amerika.shtml
Personal Hygiene for Men. (online). (diakses pada 13 Oktober 2015 pukul 15.15). Tersedia di:http://www.wikihow.com/Make-a-Daily-Hygienic-Routine-(for-Men)
Personal Hygiene for Men. (online). (diakses pada 13 Oktober 2015 pukul 15.30). Tersedia di:http://www.mensfitness.com/nutrition/the-14-best-things-you-can-do-for-your-body
Personal Hygiene for Men. (online). (diakses pada 13 Oktober 2015 pukul 15.30). Tersedia di:http://www.artofmanliness.com/2012/08/04/hygiene-for-men/


KEPUTIHAN, NORMAL ATAU TIDAK?

KEPUTIHAN, NORMAL ATAU TIDAK?
Oleh Maufiroh

Bagi wanita, selain mengalami fase menstruasi, masalah keputihan sudah menjadi hal biasa. Namun, fenomena keputihan yang terjadi seringkali meresahkan kaum hawa. Apakah normal atau justru merupakan penyakit?

Keputihan atau Fluor Albus atau Leuchorroe merupakan cairan vagina selain darah yang dapat ditimbulkan karena proses fisiologis (normal) dan patologis (penyakit). Menurut Kusmiran (2012) dalam Badaryati (2012), keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina dapat berpa putih atau kuning, serta berbau atau tidak berbau, dan disertai rasa gatal setempat. Menurut Ghotbi etal (2007), keputihan merupakan salah satu penyebab paling sering seorang wanita mengunjungi pelayanan kesehatan atau klinik gynecology (kandungan).

Secara fisiologis, keputihan memang normal terjadi pada wanita. Kaufman, et al (n.d) mengatakan bahwa keputihan dapat mulai terjadi sejak usia 7-8 tahun. Secara normal, keputihan memiliki karakteristik berupa mukus (cairan) yang berwarna putih atau kuning tanpa bau dan tanpa iritasi. Keputihan ini dapat keluar sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 siklus menstruasi, saat terangsang, hamil, kelelahan, stress, dan mengkonsumsi obat hormonal seperti KB dengan jumlah yang bervariasi setiap bulannya. Konsistensi cairannya juga bervariasi, dapat berupa cair, kental, tipis, tebal, atau lengket.

Keputihan fisiologis terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Adanya peningkatan produksi kelenjar pada mulut rahim saat masa ovulasi dapat menimbulkan keputihan. Selain itu, rangsangan saat berhubungan seksual (koitus) juga menyebabkan keluarnya cairan keputihan. Pengaruh hormon estrogen seperti saat menarche dan 10 hari post natal juga menyebabkan keluarnya cairan keputihan yang normal (Badaryati, 2012).

Adapun perbedaan antara keputihan fisiologis dengan patologis adalah karakteristik dan penyebabnya. Karakteristik dari keputihan patologis, yaitu berwarna kuning atau putih menggumpal, berbau, dan mengandung banyak leukosit. Hal ini terjadi sebagai akibat dari terinfeksi oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Sehingga, jika dilakukan pemeriksaan klinis, akan ditemukan eritema (kemerahan) pada vulva (Badaryati, 2012). Beberapa penelitian membuktikan bahwa pengetahuan dan kebersihan area kewanitaan berpengaruh terhadap kejadian keputihan.
Keputihan memang fenomena yang normal terjadi pada wanita dan tidak menutup kemungkinan pula terjadi keputihan yang bersfat patologis. Namun, hal itu dapat dicegah secara dini dengan meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan kebersihan area kewanitaan demi kesehatan reproduksi agar terhindar dari penyakit kelamin. Go Hygene, Save Our Future!


REFERENSI
Ghotbi, Sh., Behesti, M., dan Amirizade S. (2007). Causes of Leukorrhea in Fasa, Southern Iran. Shiraz E-Medical Journal. Vol.8, No.2.
Badaryati, Emi. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan dan Penanganan Keputihan Patologis Pada Siswi SLTA atau Sederajat di Kota Banjarbaru. Skripsi. Universitas Indonesia

Kaufman, S., Benett, J., Mikes, B., dan Steen, M. (n.d). Physiologic Leukorrhea (Normal Vaginal Discharge). Center for Specialized Gynecology.

Kebersihan dan Kesehatan Daerah Kewanitaan

Kebersihan dan Kesehatan Daerah Kewanitaan
Oleh Faiqa Himma Emalia

Daerah kewanitaan merupakan organ sensitif yang perlu dirawat agar kesehatan reproduksi wanita selalu terjaga. Sebagian wanita sering merasa bingung mengenai cara merawat daerah kewanitaannya agar terhindar dari infeksi patogen. Merawat kebersihan dan kesehatan vagina tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut merupakan beberapa tips dari MaternMom untuk para wanita yang ingin menjaga kebersihan dan kesehatan vagina.

1.     Bersihkan vagina secara teratur

Suzy (2013), seorang konsultan divisi uriginekologi  di University College Hospital, London menyarankan wanita untuk membersihkan vagina menggunakan  plain soap atau tanpa sabun sama sekali. Sabun kecantikan atau kesehatan dengan wangi-wangian tertentu yang banyak dijual di pasaran dapat mengubah pH ideal vagina yang justru menyebabkan bakteri baik pada vagina mati. Apabila hal ini terjadi, maka vagina tidak banyak memiliki amunisi untuk menyerang bakteri yang merugikan. Cairan bening atau putih yang muncul pada vagina bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Selama cairan tersebut berwarna putih atau bening, tidak berbau menyengat, dan tidak gatal, tidak ada masalah dengan kesehatan vagina Anda. Cairan tersebut merupakan produksi dari proses pematangan sel telur yang terjadi setiap bulan. Ketika membersihkan vagina, siramkan air dari depan ke belakang untuk mencegah tersebarnya mikroorganisme ke vagina

2.      Pakai celana dalam yang bersih dan kering

Hindari memakai celana dalam yang lembab/basah dan terlalu ketat. Wanita memerlukan celana dalam yang mendukung adanya sirkulasi udara lebih banyak agar terhindar dari kelembaban yang tinggi. Celana yang lembab dan ketat dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri atau patogen lainnya. Sebaiknya, usap segera daerah kewanitaan Anda setiap Anda merasa daerah tersebut berkeringat atau lembab.
3.     
Diet sehat

Makanan bernutrisi tinggi dan asupan cairan yang adekuat merupakan kunci dari kesehatan reproduksi (Thompson, 2014). Beberapa minuman seperti buah berry dan yogurt merupakan nutrisi yang baik untuk menghindari infeksi jamur. Apabila vagina terasa kering, susu kedelai merupakan nutrisi yang baik untuk meningkatkan estrogen dan menghasilkan lubrikan alami.
4.      Segera lakukan pengobatan jika terdapat tanda-tanda infeksi
Infeksi pada vagina dapat terjadi karena beberapa patogen seperti bakteri, jamur, dan trichomoniasis yang ditularkan melalui hubungan seksual. Apabila infeksi tersebut tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin berbagai komplikasi yang membahayakan dapat terjadi. Biasanya dokter akan memberikan obat topikal ataupun obat oral.

5.      Gunakan lubrikan, namun hindari penggunaan petroleum jelly

Pada beberapa wanita dewasa, produksi lubrikan sudah mulai menurun sehingga aktivitas seksual tidak menggairahkan seperti biasanya. Cairan lubrikan yang tidak memadai justru membuat hubungan seksual tidak menyenangkan karena wanita merasakan sakit ketika terjadi gesekan. Hal ini dapat teratasi dengan penggunaan lubrikan untuk mencegah luka pada saat terjadi gesekan ketika berhubungan. Namun, jangan gunakan petroleum jelly karena penggunaannya dapat mengakibatkan risiko terjadinya infeksi.

6.      Lakukan pemeriksaan pap smear secara rutin

Pemeriksaan pap smear menjadi hal yang sangat penting bagi wanita untuk mencegah terjadinya komplikasi kanker serviks. Deteksi kanker serviks sedini mungkin memperbesar peluang untuk sembuh dan kembali sehat.

7.      Lakukan kegel exercise sesering mungkin

Bukan rahasia lagi bahwa kegel exercise dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot-otot vagina dan memberikan manfaat jangka panjang, seperti terhindar dari inkontinensia urin, terutama seiring bertambahnya usia dan bermanfaat untuk proses persalinan. Kegel exercise juga bermanfaat untuk mencapai kepuasan saat berhubungan seksual.


Kesehatan vagina merupakan salah satu bagian dari kesehatan reproduksi yang perlu menjadi perhatian perempuan dari segala jenjang umur. Vagina yang bersih dan sehat tidak hanya menghindarkan wanita dari masalah reproduksi, tetapi juga menjadi salah satu aset terbaik untuk kebahagiaan rumah tangga.

Referensi:

Thompson, Dennis. (2014). 8 Rules for a healthy vagina. Diakses dari:

National Health Survey. (2015). Keeping your vagina clean and healthy. Diakses dari: