Minggu, 02 Oktober 2016

SENAM HAMIL SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN IBU

SENAM HAMIL SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN IBU
Oleh : Masturoh Widuri Sinta

Masa kehamilan menimbulkan beberapa perubahan pada ibu, baik secara fisik maupun emosional. Salah satunya adalah perubahan kebugaran yang dirasakan oleh ibu. Perubahan ini menimbulkan rasa enggan untuk banyak melakukan aktivitas. Hal ini justru membuat ibu tidak merasa bugar dan tidak semangat beraktivitas. Adapun ketidaknyamanan yang dirasakan ibu adalah adanya rasa pegal di punggung sampai pinggul atau biasa kita sebut Low Back Pain (LBP). LBP ini menyebabkan ibu tidak mampu menjalani aktifitas seperti biasanya. Salah satu cara untuk menangani LBP adalah dengan melakukan latihan fisik seperti senam hamil.

Senam hamil bertujuan untuk meningkatkan peredaran darah di tubuh Ibu sehingga tubuh Ibu akan terasa bugar serta otot-otot yang kaku terasa lentur kembali. Selain itu, senam hamil juga berpengaruh pada kelancaran proses kelahiran, bahkan senam hamil dapat mempersingkat durasi dalam proses kelahiran. Manfaat senam yang lainnya seperti mencegah perubahan suasana hati, adanya risiko penyakit, kenaikan berat badan yang berlebihan, dan mengatur pola pernapasan Ibu. Banyak sekali bukan manfaat senam hamil?

Gerakan senam hamil yang sering dipraktikkan di Indonesia telah disesuaikan dengan kondisi kehamilan Ibu. Ibu boleh memilih gerakan manapun yang sesuai dan bisa Ibu terapkan di rumah. Begitu banyak pilihan senam hamil yang bisa Ibu terapkan. Penulis akan berikan gambarnya satu persatu.

Gerakan untuk mengoreksi diastasis rectus abdominis atau peregangan pada otot di daerah perut karena pembesaran rahim. Diastasis rectus abdominis ini dapat menyebabkan lemahnya otot perut, postur tubuh yang tidak nyaman, dan LBP.
·         Rebahkan tubuh Ibu di matras atau di tempat yang nyaman,
·         Tekuk lutut Ibu sehingga membuat sudut 45°
·         Kemudian naikkan bahu Ibu sampai maksimal sembari
·         Tarik napas dalam secara perlahan
·         Ketika balik ke posisi semula, lakukan sembari membuang napas
·         Lakukan sebanyak 40x dalam sehari


Peregangan gluteal atau otot pada pantat
·         Masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya
·         Angkat paha Ibu mendekati dada
·         Angkat sampai Ibu merasakan adanya tarikan di bokong
·         Tahan sampai 30 detik
·         Ulangi 2x pada setiap kaki
·         Jika Ibu merasakan LBP, Ibu dapat melakukan ini 3x sehari


Peregangan otot kaki
·         Masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya
·         Naikkan seluruh kaki Ibu, tahan dengan tangan
·         Sepertigambar di samping
·         Kemudian dorong ujung kaki Mommi menuju satu titik
·         Dorong hingga maksimal, kemudian tahan 30 detik
·         Lakukan sebanyak 30x
·         Jika Ibu merasakan LBP, Ibu dapat melakukannya 3x sehari

Child Pose Stretch
·         Lakukan seperti posisi disamping
·         Lebarkan paha Ibu agar perut tidak tertekan
·         Tumit Ibu tempelkan dengan bokong Ibu
·         Kemudian tangan Ibu tarik jauh sampai ke depan
·         Tahan sampai 30 detik
·         Gerakkan secara perlahan tangan Ibu ke kanan sampai
·         Maksimal tahan 30 detik, kemudian pindah ke kiri
·         Jika Ibu merasakan LBP, Ibu dapat melakukannya 3x sehari



Side Lying Clams
·         lakukan poisisi seperti gambar disamping
·         kemudian angkat kakli paling atas Ibu  sampai terasa ada tarikan
·         ulangi 20-35 kali di setiap kaki
 






Quadruped Pelvic Tilts
·         lakukan gerakan seperti posisi di samping
·         kemudian angkatbokong Ibu sampai maksimal
·         lakukan sembari menarik napas secara perlahan
·         kemudian turunkan seperti posisi semula
·         lakukan sembari mengehmbuskan napas secara perlahan
·         ulangi 8-20 kali



Jika Ibu memiliki gejala kelemahan atau pusing, napas pendek dan cepat, sakit dada, perdarahan pada vagina, tidak dapat berjalan dengan baik, betis nyeri atau bengkak, Ibu tidak disarankan untuk melakukan senam seperti di atas.

Senam hamil sangat bermafaat untuk meningkatkan kebugaran Ibu. Ibu dapat melakukan senam hamil sendiri di rumah. Tetapi tetap menjaga keamanan dan kenyamanan Ibu maupun bayi. Senam hamil sangat bermanfaat pada fase kehamilan, melahirkan, maupun setelah melahirkan. Selain mudah dan murah, senam hamil ini efektif untuk menghilangkan LBP yang Ibu rasakan. Selamat mencoba ! semoga tercerahkan dengan artikel MaternMom minggu ini.

Daftar Referensi:
Gaston, A., Vamos, C. A. (2013). Leisure-time physical activity pattern and correlates among pregnant women in ontario, Canada. Sringer Science Business Media. 17. 466-484.
Gupta, S. S. (2014). The efficacy of treatment program focusing on specific stabilizing exercises in antenatal period for treatment of pregnancy related to low back and pelvic girdle pain: a randomize controlled trial. Indian Journal of Physiotherapy & Occupational therapy. 8(2). 267-271. Doi: 10.59.58A.0973.82.097

Jeffcoat, H. (2008). Exercises for low back pain in pregnancy. International Journal of Childbirht Education. 23(3). 9-13.


Kenali Perubahan Fisiologi pada Ibu Hamil Trimester 3

Kenali Perubahan Fisiologi pada Ibu Hamil Trimester 3
Oleh : Monita Lia Anggraeni

Kehamilan trimester ketiga merupakan periode yang cukup mendebarkan bagi sebagian pasangan, terutama pasangan yang pertama kali melewatinya.  Kehamilan  trimester  III  merupakan periode  3  bulan  terakhir kehamilan yang dimulai pada minggu ke-28 sampai minggu ke-40.

Wanita  hamil  trimester  III akan  mengalami  perubahan baik secara fisiologis  dan  psikologis  yang  disebut sebagai  periode  penantian. Periode penantian berarti menanti  kehadiran  bayi  sebagai  bagian  dari diri ibu. Pada waktu ini  juga  merupakan  waktu  untuk  mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kelahiran bayi.

Menjelang  akhir  kehamilan,  ibu  akan  semakin  mengalami  ketidaknyamanan  fisik  seperti  rasa  canggung,  berantakan,  dan  memerlukan dukungan  yang  kuat  dan  konsisten  dari  suami  dan  keluarga.  Pada pertengahan trimester ketiga,  hasrat seksual  ibu  menurun dan perlu adanya komunikasi jujur  dengan pasangan.

Umumnya pada trimester III kehamilan, rahim ibu yang membesar  mulai  menekan  kearah  tulang  belakang, menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan aliran darah tertekan. Oleh karena itu, ibu hamil trimester III disarankan untuk tidur miring ke kiri atau kanan sesuai dengan kenyamanan ibu dan tidak disarankan untuk terlalu lama tidur terlentang. Selain  itu,  pada  akhir  kehamilan sering  terjadi  kontraksi  rahim  yang  disebut  his  palsu  atau dikenal dengan istilah medis braxton  hicks. Menjelang persalinan kontraksi akan terjadi setiap 10-20 menit, dan pada akhir kehamilan kontraksi ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Perubahan sirkulasi darah pada ibu hamil trimester III akan terjadi peningkatan volume  darah  sebanyak  25% dengan puncak pada  kehamilan 32  minggu yang diikuti dengan peningkatan pompa  jantung sebanyak 30%. Pada trimester akhir kehamilan ini ibu  hamil  sering  mengeluh  sesak  nafas  akibat pembesaran rahim yang semakin mendesak kearah diafragma.

Perubahan pada saluran pencernaan biasanya pada ibu  hamil  dapat  mengalami  nyeri  ulu hati dan regurgitasi (naiknya makanan ke kerongkongan)  karena  terjadi  tekanan ke atas  oleh rahim yang mulai membesar. 

Perubahan pada saluran kencing terjadi apabila kepala janin  mulai  turun ke pintu atas panggul, maka  ibu  hamil akan kembali mengeluh sering kencing. Hal ini dikarenakan kepala bayi yang mulai turun ke pintu atas panggul yang menekan kandung kencing ibu.

Apabila kita sering melihat ibu hamil trimester III berjalan dengan punggung yang melengkung ke belakang hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini dikarenakan membesarnya  rahim ke arah depan menyebabkan pusat daya gerak ke belakang untuk mengkompensasi pembesaran perut. Sehingga bahu akan lebih tertarik ke belakang,  lebih  melengkung dan sendi  tulang belakang  lebih  lentur sehingga sering kali berakibat nyeri pada punggung.

Pada  bulan-bulan  akhir  kehamilan  umumnya  muncul garis-garis kemerahan, kusam pada kulit dinding perut dan terkadang juga muncul pada daerah payudara dan paha. Perubahan warna tersebut  sering  disebut  sebagai  striae  gravidarum. Pada perempuan yang sudah pernah hamil lebih dari satu kali, selain striae berwarna kemerahan itu seringkali ditemukan garis garis mengkilat  keperakan  yang  merupakan  penumpukan jaringan kulit  dari  striae  kehamilan sebelumnya.

Mengenali perubahan secara fisiologis pada ibu hamil pada trimester III akan mengurangi rasa kekhawatiran ibu akan perubahan fisik yang terjadi ketika menjelang persalinan. Selain itu, ibu hamil trimester III juga perlu mengetahui tanda-tanda persalinan dan mempersiapkan keperluan yang diperlukan untuk persalinan. Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah melakukan pemeriksaan yang lebih sering dan rutin. Periksakan kandungan setiap 2 minggu sekali ke pelayanan kesehatan untuk deteksi dini penyulit persalinan.

Sumber :
Asrinah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan masa Kehamilan. Jakarta : Graha Ilmu
Hulina, Mellyna. 2007. Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Jakarta : Puspa Swara
Pratiwi, Dian Natalia, Bonny D. Hall & Dewi Handajani. 2009. 9 Bulan yang Menakjubkan. Jakarta : PT. Aspirasi Pemuda
Prawirohardjo , Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Mulya, Nadia. 2011. Pregnancy Handbook : Panduan Food, Fashion, & Fitness untuk Kehamilan yang Sehat dan Menyenangkan. Jakarta : Qanita



Birth Plan : Rencana untuk Persalinan yang Damai

Birth Plan : Rencana untuk Persalinan yang Damai
Oleh Faiqa Himma Emalia

Masa persalinan merupakan masa yang begitu mendebarkan baik untuk calon ibu maupun calon ayah. Setiap pasangan tentu mengharapkan persalinan yang damai, sakral, membahagiakan, sesuai ekspektasi, dan yang paling penting persalinan yang sukses. Persalinan yang sukses dalam artikel ini didefinisikan sebagai persalinan yang tidak menimbulkan masalah/komplikasi dan justru meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi yang dilahirkan. Persalinan yang sukses tidak hanya menentukan kesejahteraan ketika masa persalinan, tetapi juga berpengaruh terhadap perawatan bayi setelah masa partus berakhir.

Tentunya, persalinan yang sukses membutuhkan usaha dan perencanaan yang lebih matang. Penting bagi pasangan untuk menggali informasi dan ilmu tentang persalinan sehingga tidak ada insiden yang tidak diharapkan di dalam proses persalinan. Bedasarkan hal tersebut, pembuatan birth plan menjadi hal yang esensial untuk diperhatikan. Pada artikel ini akan dibahas secara mendalam mengenai birth plan: definisi, manfaat, dan cara membuatnya.

Sebagian besar masyarakat di Indonesia belum mengenal dan mempraktikkan birth plan untuk menyambut persalinannya. Oleh karena itu, kita perlu memahami definisi dari birth plan terlebih dahulu. Birth plan adalah dokumen tertulis mengenai pilihan ibu dan pasangan pada saat melahirkan bayinya (American Pregnancy, 2014). Pilihan disini dapat berbagai macam, mulai dari tempat persalinan, metode dan prosedur persalinan, orang-orang yang akan mendampingi persalinan, manajemen nyeri, intervensi medis yang ingin dan tidak ingin dilakukan, serta perawatan bayi setelah melahirkan. Birth plan yang telah ditulis kemudian didiskusikan dengan tim medis yang akan membantu persalinan nantinya. Diskusi tersebut dapat menjadi jalan bagi ibu untuk mempertahankan hak-hak ibu selama proses persalinan berlangsung sampai masa postpartum.

Sampai sini, apakah Anda telah memahami betapa pentingnya birth plan? Jika belum, penulis akan menceritakan kisah seorang ibu yang pernah mengungkap kisah persalinannya kepada penulis.
Seorang ibu muda hamil anak pertamanya. Ia telah memilih dokter yang pro normal dan dengan bersemangat mempelajari proses kehamilan maupun persalinan. Sayangnya, ia tidak memikirkan, apalagi menyusun birth plan menjelang masa persalinannya. Tak pernah ia sangka sebelumnya, ia mendapatkan berbagai pengalaman yang tak diinginkan selama masa persalinannya di rumah sakit. Pertama, ia diputuskan untuk mendapatkan tindakan induksi tanpa mengetahui secara jelas apa alasannya. Proses induksi yang menyakitkan ia lalui dengan pasrah dan berserah diri kepada tim medis, tanpa ada pertahanan. Kedua, lingkungan sekitar begitu tidak kondusif untuk mendukung persalinan yang damai dan sakral. Suasana dingin, suara rintihan dan teriakan pasien lain yang sedang melahirkan, bidan dan perawat yang tak ramah, kondisi itulah yang ia rasakan di rumah sakit tersebut. Ketiga, setelah proses persalinan berhasil dilakukan, tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini oleh tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Bahkan, diam-diam tenaga kesehatan tersebut memberikan susu formula kepada bayi. Hal itulah yang menyebabkan anak pertamanya ‘bingung puting’ ketika ia merawat anaknya di rumah. Persalinan yang awalnya terngiang begitu membahagiakan ternyata luluh lantak dengan prosedur rumah sakit yang tidak ramah. Sekarang, apakah Anda telah merasakan betapa pentingnya birth plan untuk disusun?



Penulisan birth plan tidak memiliki format khusus yang begitu ketat. Namun, terdapat prinsip dan komponen yang perlu diperhatikan.  Prinsip pertama, menulis birth plan dengan positive thinking. Lebih baik menulis “Saya ingin persalinan normal tanpa episiotomi, kecuali terdapat kondisi darurat sehingga harus dilakukan tindakan episiotomi ataupun caesar” daripada menulis “Saya tidak ingin mengalami persalinan caesar”. Kedua, birth plan sebaiknya ditulis ringkas dengan kalimat efektif, hindari kalimat terlalu panjang. Ketiga, ibu harus memikirkan berbagai alternatif apabila pilihannya dalam birth plan tidak dapat dipenuhi oleh tim medis karena fasilitas yang tidak memungkinkan. Misalnya, di dalam daftar birth plan ibu menuliskan, “Saya ingin persalinan saya tanpa pemantauan elektronik janin. Namun, jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pemantauan elektronik janin dapat dilakukan secara intermittent saja.”

Adapun komponen yang perlu ditulis antara lain proses persalinan dan perawatan postpartum. Berikut merupakan daftar pertanyaan yang dapat membantu Anda untuk memilih preferensi dalam birth plan (Baby Center, 2015 & National Health Survey, 2013)
1.      Metode persalinan apa yang Anda inginkan?
2.     Jika metode persalinan normal, persalinan yang seperti apa yang Anda inginkan? (water birth, home birth, atau metode lainnya)
3.      Dimana Anda akan melakukan persalinan dan siapa tim medis utama yang Anda pilih?
4.      Siapa saja yang akan mendampingi persalinan Anda?
5.      Sejauh mana orang-orang tersebut akan mendampingi Anda? Apakah mereka harus tetap ada ketika Anda diputuskan untuk induksi?
6.      Apakah Anda ingin berjalan dan bergerak sesuka Anda pada saat fase laten?
7.      Apakah Anda ingin pemantauan elektronik janin?
8.      Apakah Anda ingin air ketuban pecah secara natural tanpa intervensi apapun dari tim medis?
9.      Apakah Anda berencana untuk melakukan terapi pereda nyeri secara natural (seperti teknik pernapasan, hypnosis, pijat, mandi, berpindah-pindah posisi) dan tidak menginginkan obat-obatan pereda nyeri?     
    Posisi apa yang Anda inginkan ketika melahirkan? (seperti jongkok, berdiri, bersandar, dan posisi lainnya)
1     Apakah Anda menginginkan menyentuh kepala bayi Anda ketika kepalanya mulai keluar?
1     Apakah Anda ingin menggunakan cermin ketika melahirkan?
Sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang akan membantu Anda menulis preferensi postpartum antara lain sebagai berikut:
1.      Apakah Anda ingin melakukan IMD dengan bayi Anda?
2.      Apakah Anda ingin bayi Anda dikeringkan terlebih dahulu sebelum melakukan IMD?
3.      Apakah Anda menginginkan penundaan pemotongan/clapping tali pusat?
4.      Apakah Anda berencana menyimpan tali pusat ke bank stemcell?
5.      Apakah Anda menginginkan penundaan prosedur bayi baru lahir seperti dimandikan dan pengukuran agar proses IMD dapat berlangsung minimal satu jam?
6.      Apakah Anda mengingkan semua prosedur yang akan dilakukan kepada bayi Anda harus dijelaskan secara detail kepada Anda?
7.      Apakah Anda mengingkan rawat gabung dengan bayi Anda?
8.      Apakah Anda memerlukan konselor laktasi?

Bedasarkan penelitian Kuo, et al (2010) birth plan dapat memenuhi ekspektasi atau harapan ibu dalam persalinan, memampukan ibu untuk mengontrol persalinannya dengan pemberdayaan diri sendiri, dan memberikan pengalaman positif terhadap ibu. Penelitian lain oleh Lundgren, Berg, dan Lindmark (2003) menemukan bahwa birth plan memberkan efek positif terhadap kecemasan/ketakutan, nyeri, dan perawatan bayi baru lahir. Manfaat-manfaat penyusunan birth plan tentu menjadi pilihan yang bijak bagi ibu yang akan menghadapi persalinan.
Untuk membuat birth plan, ibu harus memahami terlebih dahulu mengenai persalinan, seperti tanda-tanda persalinan, tahapan persalinan, metode dan prosedur persalinan, serta intervensi dalam persalinan yang akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Baby Center. (2015). Birth plan: Your expectations and preferences. Diakses dari: http://www.babycenter.com/calculators-birthplan

Kuo, S.-C., Lin, K.-C., Hsu, C.-H., Yang, C.-C., Chang, M.-Y., Tsao, C.-M., et al. (2010). Evaluation of the effects of a birth plan on Taiwanese women's childbirth experiences, control and expectations fulfilment: A randomised controlled trial. International Journal of Nursing Studies Volume 47, Issue 7, 806–814. doi:10.1016/j.ijnurstu.2009.11.012.
Lundgren, I., Berg, M., & Lindmark, G. (2003). Is the childbirth experience improved by a birth plan? Journal of Midwifery & Women's Health Volume 48, Issue 5, 322–328.
National Health Survey. (2013). Your birth plan. Diakses dari:   HYPERLINK "http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/birth-plan.aspx" \l "close"  http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/birth-plan.aspx#close


Source Image:

Cosumer Justice Group. (n.d). Preparing for the Best: How to Write a Birth Plan. Diakses dari: http://consumerjusticegroup.com/birth-injuries/birthplans/





Perubahan Fisiologi Kehamilan Trimester Kedua

Perubahan Fisiologi Kehamilan Trimester Kedua
Oleh: Cita Mahdhah

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai perubahan fisiologis ibu hamil pada trimester pertama. mari kita lanjut dengan perubahan fisiologi kehamilan yang terjadi pada trimester kedua. Seperti namanya saja, fisiologi artinya, suatu hal yang sewajarnya terjadi, maka perubahan yang dialami para ibu hamil ini normal-normal saja. Perubahan ini terjadi karena adaptasi adanya janin dalam kandungan terhadap tubuh ibu. Berikut perubahan-perubahan yang dialami ibu hamil pada trimester kedua (Prawirohardjo, 2009):
1.    Rahim
Pada bulan keempat, rongga rahim tidak ada lagi, karena kantong tempat janin telah memenuhi rahim ibu. Mulai saat ini, terjadi pertumbuhan pasif, yaitu isi kantong janin meregang dari dalam sehingga menyebabkan dinding rahim menipis. Bentuk rahim pun semakin melonjong sejak kehamilan empat bulan, Awalnya rahim berada di tulang panggul lama kelamaan akan naik hingga ke rongga perut.
2.    Kulit
Biasanya ibu hamil akan menemui garis-garis memanjang ataupun menyerong pada perutnya, terkadang ditemui pula di payudara dan paha. Garis-garis ini biasa disebut Striae Gravidarum. Selain itu juga ibu hamil akan mengalami hiperpigmentasi, yaitu diantaranya pada puting payudara dan bahkan di wajah. Hiperpigmentasi adalah suatu kondisi kulit dimana pada area kulit tertentu menjadi lebih gelap dibandingkan warna kulit alami di sekitarnya, yang disebabkan oleh produksi melanin berlebih. Walaupun demikian, Ibu tidak perlu khawatir, biasanya hiperpigmentasi ini akan berkurang setelah proses persalinan selesai.
3.    Payudara
Selain mengalami hiperpigmentasi, payudara juga akan mengalami pembesaran sebagai tanda bahwa payudara mulai memproduksi ASI untuk bayi nantinya. Karena pembesaran ini pula membuat ibu hamil akan merasakan hipersensitivitas pada payudara. Terkadang akan tampak uratan-uratan pembuluh darah pada kulit payudara. Tak jarang ASI telah keluar pada trimester kedua. Anda dapat memulai perawatan payudara pada masa ini.

4.    Berat Badan
Pertambahan berat badan yang normal pada ibu hamil, yaitu 9-12 kg selama kehamilan. Pada trimester kedua, biasanya ibu hamil akan mengalami pertambahan berat badan ± 5 kg. Pertambahan berat badan ini sangat penting ditinjau untuk meminimalisir kejadian giant baby, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dll.
5.    Darah
Kadar hemoglobin (Hb) yang sangat penting dalam proses kehamilan ini pun mengalami perubahan. Biasanya pada trimester kedua, ibu akan mengalami penurunan kadar Hb dikarenakan jumlah plasma darah dalam tubuh meningkat yang tidak disertai peningkatan kadar Hb. Sehingga ibu sangat dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi selama kehamilan seperti sayur-sayuran bayam, kangkung, dll. Selain itu, konsumsi vitamin dan penambah darah dapat dilakukan oleh ibu hamil.
6.    Sistem Perkemihan
Pada trimester pertama, ibu hamil akan sering merasa ingin buang air kecil. Namun berbeda halnya dengan pada trimester kedua. Dengan pergesekan rahim yang semakin ke atas membuat rongga panggul akan lebih luas sehingga kandung kemih tidak akan terdesak oleh rahim.
Pada trimester kedua ini, Ibu biasanya telah bisa beradaptasi dengan perubahan pada tubuhnya. Namun, pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap perlu dilakukan. Selamat menikmati kehamilan, para Ibu Indonesia!

Sumber :
Fakultas Kedokteran UNPAD. (n.d). Obstetri Fisiologi. Bandung: Universitas Padjajaran
Prawirohardjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka

Source image: